HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Nasionalisme Di Indonesia NKRI Harga Mati

Nasionalisme Di Indonesia NKRI Harga Mati- Indonesia adalah negara kasatuan yang terdiri dari lima kepulauan dan 34 provinsi, ditegaskan dalam UUD 1945  pasal 25A hasil amandemen 2002, memuat ketentuan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wiayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan undang-undang.
nkri harga mati
Siswi MI Putra Lempuyang Pengibaran Bendera Upacara Hari Senin

Dan negara mewajibkan warganegaranya untuk menempuh pendidikan. Sesuai dengan UUD ayat (1) dan setiap warga negara wajibmengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
Karena dengan pendidikan kita bisa menggapai semua impian dan pengetahuan. Seta dengan pendidikan kita bisa mewujudkan cita-cita para pejuang yang telah gugur mengorbankan jiwanya untuk kemerdekaan bangsa indonesia.

Sudah sepatutnya kita menghargai dan menghayati setiap tetes darah yang telah tertumpah. Dengan cara menanamkan jiwa nasionalisme yang tinggi dalam jiwa yang teraliri darah hasil perjuangan para pahlawan.

Terlebih sebagai negara islam sudah sepatutnya kita mengikuti hadis Nabi "Hubbul wathon minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman."  Maka apabila kita mencintai tanah air kita berarti kita sudah menyempurnakan sebagian iman kita.

Akan lebih baik jika penanaman nasionalisme dilakukan sejak usia dini, selain lebih mudah membentuk karakter pada anak penanaman sejak dini bisa lebih efektif karena jiwa anak yang masih lembut dan mudah di atur serta rasa ingin tahu yang besar dalam karakteristik anak usia dini.

Cara menanamkan jiwa nasionalisme ada pendidikan anak usia dini bisa dilakukan dengan cara upacara pada hari senin. Meski belum sesempurna anak-anak SD atau orang yang lebih besar tapi dengan mengikutkan anak usia dini upacara kita telah mengajarkan sikap disiplin dan taat aturan. Menghargai orang lain dan sabar.

Kita juga bisa melatih jiwa nasionalisme dengan mengajarkan anak hormat bemdera dan menyanyikan lagu kebangsaan yang secara tidak langsung kita sudah menstimulus kemampuan seni anak usia dini.
Nasionalisme anak usia dini
RA Putra Lempuyang Saat Upacara

Mungkin karena jiwa anak usia dini yang masih aktif bermain, upacara yang dilakukan tidak sehusyuk yang dilakakan upacara lainnya. Tetapi kita sebagai orang yang lebih besar harus lebih sabar menghadapinya.

Paling tidak kita bangga karena anak didik kita sudah bisa menghargai jasa para pahlawan dengan caranya sendiri. Dengan kita mengenalkan apa lambang negara kita. Apa warna bendera kita dan apa artinya. Apa dasar negara kita.

Dan kami di RA Barokatul Qodiri sudah membuktikannya bahwa anak usia dini bisa melakukan itu semua. Bahkan pancasila yang artispun ada yang tidak hafal anak usia dini di sekolah kami bisa menghafalnya.

Karna jiwa yang masih lentur perlu ketlaten untuk membentuk karakter yang si inginkan. Karakter yang bisa menghargai jasa para pahlawannya untuk memajukan indonesia dengan prestasi dan bisa menjaga keutuhan NKRI dengan kebijakan dalam menyikapi berbagai perbedaan dan melanjutkan apa yang sudah terbentuk sangat baik dengan memanfaatkan ilmunya, mengamalkan yang dipelajarinya,  dan menyebarkan apa telah di terimanya.

Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua nya,,, amin
Teruslah berjuang untuk semuanya....


Previous
« Prev Post

Kritik dan saran Anda selalu kami tunggu, tinggalkan lah komentar yang baik !

Contact Form

Name

Email *

Message *