HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Banjir Lampung Tengah Memakan Korban

Banjir Lampung Tengah Memakan Korban-  Hujan deras yang mengguyur beberapa besar kawasan Lampung semenjak Pekan (25/2) malam sampai Senin (26/2), berujung kesedihan.

Banjir menelan empat korban jiwa di Lampung Tengah.Tiga orang yang ialah satu keluarga meninggal sesudah kendaraan beroda empat yang ditumpangi terseret arus banjir di Gunung Sugih.

Meskipun satu korban lainnya diucapkan meninggal di Kecamatan Seputih Banyak. Kecuali itu, ratusan rumah warga terendam air sampai menempuh lebih dari dua meter. Banjir juga memutus jembatan penghubung Kota Metro ke Batang Hari, Lampung Timur.

Penyelidikan Tribun Lampung, satu keluarga terdiri dari empat orang menjadi korban arus banjir yang terjadi di Gunung Sugih, Lamteng. Tiga dari empat warga hal yang demikian diungkapkan meninggal dunia sesudah terseret arus ke sungai.

Ketiga korban meninggal ialah Supangat (64), Warsinem (65), dan Talita (5). Sementara satu korban selamat ialah Nur Palupi (13). Para korban merupakan warga Dusun Bendo Sari, Kelurahan Komering Putih, Kecamatan Gunung Sugih.

Momen nahas itu terjadi ketika Supangat pulang dari rumah buah hatinya, yang berada di Kelurahan Yukum Jaya, Terbanggi Besar. Supangat beserta istri dan dua cucunya bertolak dari Yukum Jaya sekitar pukul 04.00 WIB, dengan mengendarai kendaraan beroda empat Kijang BE 2331 GH.

Hingga di Komering Putih, kendaraan beroda empat korban terbawa arus aliran air dari Sungai Tipo yang menggenangi jalan. Sebab arus sungguh-sungguh cepat, kendaraan beroda empat terseret sejauh 15 meter dan masuk ke dalam si kecil sungai yang ada di pinggir jalan.

Soleh, seorang saksi mata, menceritakan, warga setempat sempat berusaha membendung kendaraan korban melainkan gagal sebab arus air betul-betul pesat. Keempat korban itu terjebak di dalam kendaraan beroda empat yang terseret arus.

"Telah dibendung oleh warga agar tak terbawa arus, tetapi gagal dan kendaraan beroda empat masuk ke dalam si kecil kali. Sebab suasana masih gelap, korban semuanya masih di dalam kendaraan beroda empat,\" kata Soleh.

Korban Supangat dan Warsinah meninggal pengaruh karam di dalam kendaraan beroda empat. Sementara Talita meninggal sesudah terseret arus sejauh satu kilometer dari lokasi kejadian. Adapun, Nur Palupi selamat sesudah berpegangan di tangkal kayu.

Para korban meninggal lantas dimakamkan di Kampung Bendo Sari sekitar pukul 10.00 WIB. Pihak keluarga mengungkapkan pasrah atas petaka ini. Kecuali di Gunung Sugih, menurut data Basarnas, satu warga juga diucapkan meninggal di Kecamatan Seputih Banyak.

Meski dua orang masih disuarakan sirna di Kecamatan Bekri. Kecuali itu, banjir mengakibatkan kemacetan di sejumlah ruas Jalanan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, mulai Kecamatan Bumi Ratunuban, Gunung Sugih, Bandar Jaya, Terbanggi Besar, Way Pengubuan, dan Terusan Nunyai.

Pantauan di lokasi, Senin petang, genangan air di Jalinteng berada di wilayah Terbanggi Besar dan Bumi Ratunuban, Way Pengubuan dan Gunung Sugih. Sehingga, laju kendaraan melambat.

Imbas luapan air di Way Pengubuan umpamanya, satu unit kendaraan pribadi terpuruk ke dalam parit. Warga menerangkan, kendaraan itu terseret arus air. \"Kejadiannya sekitar pukul 05.00 WIB, dikala itu hujan masih deras. Beroda dari arah Kotabumi menuju Bandar Lampung, pengendaranya ada dua orang, segala selamat,\" jelas Kiki, warga Way Pengubuan.

Sementara itu, Kepala BPBD Lamteng, Guntur Napitupulu, mengucapkan banjir terjadi di 10 kecamatan, merupakan Gunung Sugih, Bekri, Seputih Agung, Way Pengubuan, Bumi Ratunuban, Bandar Mataram, Bandar Surabaya, Seputih Banyak, Terbanggi Besar, dan Seputih Mataram.

Kecamatan Bekri tercatat sebagai wilayah paling parah. Data sementara, 250 rumah warga terendam dengan ketinggian air di atas dua meter.

Tidak cuma itu, sekitar ratusan hektare lahan sawah ikut serta terendam. Kerugian sementara ditaksir miliaran rupiah. Tidak cuma itu, warga juga masih bereksodus sebab sampai Senin pukul 19.00 WIB, air masih menggenangi beberapa besar pemukiman.

Kepala BPBD Lamteng, Guntur Napitupulu menerangkan, pihaknya sudah mengerahkan dua unit perahu karet untuk mengevakuasi warga. BPBD juga dibantu oleh Tagana, Dinas Sosial dan juga SAR Brimob Polda Lampung.

"Kita telah serahkan bantuan berupa kelengkapan makanan ringan, selimut, kemah dan dapur biasa ke Bekri sebab lokasi itu yang terparah. Air masih belum ada pertanda-petunjuk turun dan kita mengimbau masyarakat untuk waspada,\" ujarnya.*

Sumber : http://www.nyokabar.com/berita-6739-begini-detik-detik-mobil-terseret-banjir-yang-tewaskan-satu-keluarga.html

Previous
« Prev Post

Kritik dan saran Anda selalu kami tunggu, tinggalkan lah komentar yang baik !

Contact Form

Name

Email *

Message *