HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Korban Begal Justru Malah Bunuh Pelaku dan Jadi Tersangka di Bekasi

Korban Begal bekasi

Begal Indra Yulianto alias IY yang terluka di tangan korbannya merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan dan pencurian sepeda motor.

Ia bersama Aric Saifulloh alias AS mencoba membegal Mohamad Irfan Bahri dan temannya, Achmad Rofiqi, di Jembatan Summarecon Bekasi pada Rabu (23/5/2018) dini hari WIB.

Kedua begal mulanya mengancam Achmad Rofiqi yang akhirnya pasrah menyerahkan ponsel, tapi Irfan enggan dan melawan pelaku yang melayangkan celurit ke arahnya.

Celurit berpindah tangan, lalu Irfan balik membacok Aric Saifulloh hingga terluka parah dan tewas, sementara Indra hidup tapi terluka dan kini dirawat di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Dilihat dari rekam jejaknya sebelum aksi pembegalan di Jembatan Summarecon, IY pernah tercatat tiga kali melakukan tindakan pencurian dua sepeda motor satu handphone," kata Indarto kepada TribunJakarta.com, Rabu (30/5/2018).

Indra mengalami luka bacok di kepala dan lehar.

Sebelum dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Indra masih sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Anna Medika Bekasi.

"IY sudah dilakukan penahanan, tapi masih kami bantarkan karena masih dalam perawatan," sambung Indarto.

Dalam peristiwa dini hari itu, Irfan harus menerima enam luka sabetan celurit dan puluhan jahitan di lengan, punggung, paha, jari dan pipi.


Setatus begal di bekasi

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengklarifikasi reputation Mohamad Irfan Bahri alias MIB yang menjadi tersangka lantaran membela diri saat dibegal hingga tewasnya pelaku begal.

"Saya ingin meluruskan beberapa pemberitaan yang salah, untuk MIB statusnya masih sebagai saksi," kata Indarto kepada TribunJakarta.Com, Selasa (29/5/2018).

Dalam perkara itu, Indarto menyatakan ada dua kasus.

Pertama kasus perampokan atau begal, polisi telah menetapkan Indra Yulianto alias IY sebagai tersangka.

Sedangkan untuk kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan MIB hingga mengakibatkan meninggal dunia, pihaknya masih akan menunggu hasil keterangan ahli pidana sehingga statusnya masih saksi.

Sebelumnya diberitakan, Irfan melakukan perlawanan lantaran ia dan Ahmad Rofiqi menjadi korban pembegalan di Jembatan Summarecon Bekasi.

Duel antar Irfan dan dua begal sempat terjadi hingga ia berhasil merebut celurit milik pelaku dan membacok keduanya.


Akibat kejadian itu, Irfan harus menerima luka sabetan celurit sebanyak enam luka dan mendapat puluhan jahitan di bagian lengan, punggung, paha, jari dan pipi.

Sedangkan kedua pelaku begal, Aric Saifulloh alias AS diketahui meninggal dunia akibat luka sabetan celurit dan Indra Yulianto alias IY mengalami luka parah dan mendapatkan perawatan di RS Anna Medika sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Kramat Jati.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih sempat mengatakan, MIB ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia.

"Kita sudah tetapkan sebagai tersangka tapi kita minta pendapat ahli juga. Iya (penganiayaan). Karena memang kita akan minta pendapat ahli, kordinasi ke JPU (Jaksa Penuntut Umum) dulu," kata Jairus kepada TribunJakarta.com, Senin (28/5/2018) lalu.

Sumber : TribunJakarta.com

Previous
« Prev Post

Kritik dan saran Anda selalu kami tunggu, tinggalkan lah komentar yang baik !

Contact Form

Name

Email *

Message *