HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ternyata Santri, Pemuda yang di Begal Di Bekasi Minggu Lalu

Irfan Korban Begal di bekasi

Kasus korban begal malah berhasil bacok pelaku di Jembatan Summarecon, Bekasi pada Rabu (23/05/2018) ramai diperbincangkan.

Kejadian begal bermula saat Mohamad Irfan Bahri (MIB) dan sepupunya Rofiqi akan mengambil beberapa foto dari atas jembatan Summarecon.

Tiba-tiba mereka didatangi oleh dua orang tak dikenal yang mengeluarkan celurit dari balik jaket.

Pelaku yang diketahui bernama Aric Syaifuloh alias AS dan Indra Yulianto alias IY langsung meminta telepon genggam milik Rofiqi.

Tak hanya Rofiqi, pelaku juga meminta telepon genggam milik Irfan.

Saat diancam menggunakan celurit, Irfan berusaha menendang pelaku hingga tersunggur di aspal.

Dua pelaku yang merasa tersudut itu pun berusaha melarikan diri membawa telepon genggan Rofiqi.

Saat hendak kabur itulah, Irfan menyerang pelaku menggunakan celurit dan meminta telepon genggam Rofiqi dikembalikan.

Dalam keadaan terluka, kedua pelaku kabur, sementara Irfan dan Rofiqi langsung pergi meninggalkan lokasi sambil membawa celurit dan topi milik seorang pelaku.

Karena kejadian itu, Irfan menerima luka sabetan celurit sebanyak enam luka dam puluhan jahitan di bagian lengan, punggung, paha, jari, dan pipi.




Sedangkan pelaku diketahui meninggal dunia akibat luka sabetan celurit.

Sementara Indra mengalami luka parah dan mendapatkan perawatan di RS Anna Medika sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Kramat Jati.

Sejak kasus begal tersebut ramai dibahas, sosok Irfan menjadi sorotan.

Lantas seperti apa sosok Irfan hingga berani melawan pelaku begal?

Dikutip dari berbagai sumber artikel, berikut beberapa ulasannya.

Irfan korban begal


1. Asal Pamekasan

Irfan diketahui berasal dari Pemekasan.

Saat itu, ia sedang berlibur di kota Bekasi dan menginap di rumah pamannya sejak lima hari sebelum bulan puasa dimulai.

2. Murid santri

Irfan diketahui seorang murid santri.

Diketahui, Irfan adalah santri dari Pondok Pesantren Darul Ulum Bandungan, Kabupaten Pamekasan, Madura.

2. Jago bela diri

Irfan mengaku memiliki ilmu bela diri yang didapat dari Pesantren di Pamekasan Madura Jawa Timur.

Latar belakang seorang santri ternyata membuat Irfan menjadi seorang yang pemberani, berbekal ilmu bela diri yang dia pelajari di Pesantren Darul Ulum Bandungan Pamekasan Madura.

Tak heran jika dirinya berani melawan pelaku begal yang mengancamnya.

3. Sempat dijadikan tersangka

Status Irfan pun sempat membuat penasaran.

Awalnya, Irfan ditetapkan sebagai tersangka lantaran membacok pelaku hingga tewas.

Penetapan Irfan sebagai tersangka pada awalnya disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih.

Irfan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengklarifikasi terkait repute Mohamad Irfan Bahri alias Irfan yang menjadi tersangka lantaran membela diri saat dibegal hingga menyebabkan kematian pelaku begal.

"Saya ingin meluruskan beberapa pemberitaan yang salah, untuk MIB statusnya masih sebagai saksi," ungkap Indarto dikutip dari TribunWow

Indarto menjelaskan bahwa ada dua kasus yang ditangani terkait dengan kasus kejahatan dengan kekerasan ini.

Pertama, kasus perampokan atau begal yang dilakukan AS dan IY, kini polisi sudah menetapkan Indra Yulianto alias IY sebagai tersangka.

Kedua, kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan MIB hingga mengakibatkan meninggal dunia.

4. Mendapat penghargaan


Sempat menjadi tersangka, Irfan justru mendapat penghargaan dari Kepolisian Metro Bekasi Kota.

Dikutip dari TribunStyle, hal ini diketahui dari video penyerahan piagam penghargaan oleh Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto kepada Mohamad Irfan Bahri.

"Alhamdulillah akhirnya Kapolresta Kota Bekasi memberikan penghargaan piagam kpd M Irfan Bahri dan sudah dinyatakan bebas dari tuduhan tersangka dan saksi..." begitu tulis Siti Wulan Dari.

Sebuah video yang diunggah Siti Wulan Dari menunjukkan saat Kapolres Metro Bekasi Kota menyerahkan piagam penghargaan tersebut.

Penyerahan penghargaan ini tampaknya dilakukan secara resmi dan diupacarakan.

Piagam penghargaan ini juga diberikan kepada Ahmad Romi, rekan M Irfan Bahri.

Protokol upacara menyebutkan, "Prestasi yang dicapai, pada hari Rabu, tanggal 23 Mei 2018 telah berhasil mengagalkan pelaku pencurian dengan kekerasan TKP di di Flyover Summarecon Kota Bekasi dengan tersangka AS meninggal dunia dan IY."
Tonton dan baca selengkapnya di sini

Sumber: Tribunjakarta.com

Previous
« Prev Post

Kritik dan saran Anda selalu kami tunggu, tinggalkan lah komentar yang baik !

Contact Form

Name

Email *

Message *