HEADLINE NEWS

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Rebo Wekasan Yang Konon Hari Turun nya Bala/Musibah

Jika kita membicarakan soal Tradisi dan Budaya di Indonesia ini rasanya tidak ada habis-habis nya, termasuk Rebo Wekasan ini.

Yang sebelum nya kita tidak tahu apa itu Rebo Wekasan namun jika kita baca asal usul rebo wekasan di bawah ini kita bisa bertambah ilmu nya.

Dan Di sini mari kita baca Awal mula ada nya Rebo wekasan yang sudah menjadi Adat Kejawen yang biasanya di lakukan oleh adat jawa, namun juga ada rebo wekasan sunda, tapi saya belum bisa menjelaskan nya di sini, atau nanti jika ada waktu bisa saya share di website ini.

Rebo Wekasan



Rebo Wekasan

Rebo Wekasan Adalah Hari Rabu terakhir di bulan Safar yang di kononkan di mana hari turun nya bala/musibah atau mala petaka.

Namun untuk kembali kepada keimanan masing-masing maka kita harus tahu bahwa tiada musibah dan malapetaka yang turun melainkan kehendak Alloh Swt.

Jadi meski tidak hanya di hari rabu ini kita juga harus banyak berdoa kepada tuhan agar selalu mendapat ridho nya.

Adapun Asal Usul Rebo Wekasan itu adalah yang awal mula nya di awali oleh seorang syekh. dan berikut sedikit penjelasan mengenai Rebo Wekasan.


Asal Usul Rebo Wekasan


Setiap tradisi apalagi yang sudah dijalankan turun temurun pasti ada awal mulanya. Begitu pula dengan tradisi Rebo Wekasan.

Tradisi ini diceritakan bermula dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi (w.1151 H) dalam kitab “Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf Li Naf’il ‘Abid Wa Qam’i Kulli Jabbar ‘Anid (biasa disebut: Mujarrobat ad-Dairobi). Di kitab ”Al-Jawahir Al-Khams” karya Syeikh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar (w. th 970 H), Hasyiyah As-Sittin juga ada anjuran yang serupa.

Di kitab tersebut, diceritakan ada seorang waliyullah yang telah mencapi kedudukan tinggi yang disebut maqam kasyaf. Ia mengatakan bahwa setiap tahunnya pada hari Rabu terakhir bulan Safar, Sang Pencipta menurunkan 320 ribu macam balak dalam satu malam.

Nah, agar terhindarkan dari balak tersebut, ia menyarankan agar umat Islam melakukan shalat dan doa bersama. Shalat yang dilakukan bukan shalat seperti shalat lima waktu.

Melainkan melakukan shalat empat rakat di mana setiap rakaatnya membaca surat al Fatihah dan Surat Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, Al-Falaq dan An-Nas 1 kali. Lalu, usai salam dilanjutkan dengan membaca doa khusus yang dibaca sebanyak 3 kali. Waktu untuk melakukannya adalah pada pagi hari (waktu Dhuha). https://www.boombastis.com/rebo-wekasan/85777

Amalan Lengkap Doa Rabu Wekasan Menurut NU

dalam rabu wekasan, disunnahkan melakukan shalat 4 raka’at. Adapun amalan sholat Rabu Wekasan dapat dilakukan secara sendiri sendiri atau ber jama’ah. Tata Caranya :

Niat Sholat : Usholli sunnatal lidaf’il balaa rokatainii lillaahi ta’ala

Artinya : Aku berniat shalat menghilangkan balai dua raka’at sunnat karena Allah SWT

Jumlah raka’at = 4 raka’at dengan 2 kali salam dengan bacaan setelah al fatihah membaca:

Surat al kautsar (17x)
Surat al Ikhlas (5x)
Surat al Falaq dan an Nas masing masing (1x)

Waktu pelaksanaannya dimulai dari hari selasa Ashar atau maghrib sampai Ashar atau maghrib di hari rabu. Sebaiknya dilakukan setelah matahari terbit atau sebelum waktu dhuha di hari rabu.

DOA RABU WEKASAN

Bismilaahir rahmaanir rahiim

Wa shallallaahu alaa sayyidinaa muhammadin wa alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. Allaahumma yaa syadiidal quwa wa yaa syadidal mihaal yaa aziiza dzallat Li’izzatika jamii’u khalqika ikfinii min jamii’I khalqika yaa muhsinu yaa mujammilu yaa mutafadh-dhilu yaa mun’imu yaa mukrimu yaa man laa ilaaha illa anta bi rahmatika yaa arhamar raahimiin Allaahumma bisirril hasani wa akhiihi wa jaddihi wa abiihi ikfinii syarra haadzal yawma wa maa yanzilu fiihi yaa kaafii fasayakfiyukahumul-laahu wa huwas-samii’ul ‘aliim. Wa hasbunallaahu wa ni’mal wakiilu wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Wa shallallaahu ta’aalaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wasallam.

ARTINYA :

(Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah pada junjungan kami, Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya.

Allahumma, Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki Kekuatan dan Keupayaan; Ya Allah, Tuhan Yang Mahamulia dan karena Kemuliaan-Mu itu, menjadi hinalah semua makhluk ciptaan-Mu, peliharalah aku dari kejahatan makhluk-Mu;

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Baik Perbuatan-Nya; Ya Allah, Tuhan Yang Memberi Keindahan, Keutamaan, Kenikmatan dan Kemuliaan; Ya Allah, Tiada Tuhan kecuali hanya Engkau dengan Rahmat-Mu Yang Maha Penyayang.

Allaahumma, Ya Allah, dengan rahasia kemuliaan Sayyidina Hasan ra dan saudaranya (Sayyidina Husein ra), serta kakeknya (Sayyidina Muhammad saw) dan ayahnya (Sayyidina `Ali bin Abi Thalib ra), peliharalah aku dari kejahatan hari ini dan kejahatan yang akan turun padanya;

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memelihara, cukuplah Allah Yang Maha Memelihara lagi Maha Mengetahui untuk memelihara segalanya. Cukuplah Allah tempat kami bersandar; tiada daya dan upaya kecuali atas izin Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Amin.

Amalan Dan Adab Harian Sepanjang Bulan Safar


Sebaiknya sepanjang bulan Safar dilakukan awrad setiap hari, yaitu membaca amalan amalan :

Syahadat 3 kali, Istighfar 300 kali, Banyak bersedekah. Awrad tersebut bermanfaat sebagai perlindungan terhadap 70.000 bala (kutukan) yang dijatuhkan kepada umat manusia di bulan ini. Bahkan Mawlana Syekh Nazim QS juga berpesan untuk berhati-hati terhadap kesulitan yang terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.

Demikian amalan doa rabu wekasan yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat untuk anda dan kita semua. AMIN, BARAKALLAH. Sumber: https://www.masrukhan.net/amalan-doa-rabu-wekasan-menurut-pakar-ilmu-hikmah/


Previous
« Prev Post

Kritik dan saran Anda selalu kami tunggu, tinggalkan lah komentar yang baik !

Contact Form

Name

Email *

Message *